ANALISIS RELASI STALISTIKA DAN PRAGMATIK SEBAGAI PENDEKATAN DALAM KAJIAN ETNOLINGUISTIK
Keywords:
stylistics; pragmatics; ethnolinguistics; cultureAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara stilistika dan pragmatik dalam kajian etnolinguistik guna memahami keterkaitan antara bentuk bahasa, makna tuturan, dan konteks budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2016–2026. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara tematik melalui proses identifikasi, perbandingan, dan sintesis konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa stilistika dan pragmatik memiliki hubungan yang saling melengkapi dalam mengungkap makna bahasa. Unsur stilistika seperti metafora, diksi, dan struktur kalimat tidak hanya berfungsi sebagai perangkat estetis, tetapi juga memiliki fungsi pragmatik dalam menyampaikan makna implisit, nilai moral, dan pesan budaya. Dalam konteks etnolinguistik, penggunaan gaya bahasa mencerminkan sistem nilai, norma sosial, serta identitas budaya masyarakat penutur. Selain itu, ditemukan bahwa strategi bahasa tidak langsung, seperti penggunaan metafora dan ungkapan simbolik, berperan dalam menjaga keharmonisan sosial melalui implikatur dan tindak tutur. Dengan demikian, integrasi stilistika dan pragmatik dalam perspektif etnolinguistik memberikan kerangka analisis yang lebih komprehensif dalam memahami bahasa sebagai fenomena sosial budaya. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kajian linguistik interdisipliner serta mendukung pembelajaran bahasa berbasis kearifan lokal.


